Malapetaka KKN – Terjebak rayuan – 2

Perlahan Pak Jamal mulai memuka pakaiannya sampai bertelanjang bulat di depan Clara. Clara dengan jijik melihat sekilas penis Pak Jamal yang cukup besar berwarna hitam itu sudah mencuat siap untuk menembus vaginanya. Sekarang Pak Jamal merangkak ke atas tubuh Clara dan mengatur posisi kaki Clara hingga terkuak mengangkang seperti kodok. Kini di atas ranjang dua tubuh telanjang berlainan jenis dan kasta telah siap melakukan persetubuhan. Yang wanita adalah seorang gadis kota yang terbaring tak berdaya setelah dijebak dengan tubuh yang langsing, kulit putih mulus dan wajah cantik rupawan. Sedangkan si pria di atasnya yang siap menyetubuhinya adalah seorang Tuan tanah hidung belang yang gendut berwajah jelek.
Pak Jamal perlahan menindih tubuh bugil Clara, membuat Clara merasakan dadanya sesak deperti diduduki kuda nil. Dna perlahan Pak Jamal memajukan pinggulnya membuat ujung penisnya mendesak maju menerobos bibir vagina Clara. Clara langsung menjerit kesakitan ketika kepala penis Pak Jamal mulai membuka bibir vaginanya. Dia tidak pakai kondom, Clara takut dirinya akan hamil akibat persetubuhan ini, meski begitu dia hanya bisa pasrah.
“Aduuhh… pelan-pelan Paakk… Clara merintih merasakan perih di vaginanya. Clara memang beberapa kali melakukan hubungan seksual dengan mantan pacarnya, namun penis Pak Jamal jauh lebih besar dari penis pacarnya membuatnya kesakitan.
Hehehehehe.. sakit ya Neng? Pelan-pelan nanti juga enak kok.. kata Pak Jamal mengejek sambil terus berusaha memasukkan penisnya lebih dalam. Setelah beberapa saat menarik dan mendorong akhirnya masuklah seluruh penis Pak Jamal ke dalam vagina Clara. Saat itu airmata Clara meleleh lagi merasakan sakit pada vaginanya.
Huhhmasuk juga akhirnya, tempiknya Neng seret banget, Bapak suka yang kaya gini. katanya dekat telinga Clara.
Sesaat kemudian, Pak Jamal sudah menggoyangkan pinggulnya, mula-mula gerakannya perlahan, tapi makin lama kecepatannya makin meningkat. Clara benar-benar tidak kuasa menahan erangan setiap kali penis Pak Jamal menggenjot vaginanya. Gesekan demi gesekan yang timbul dari gesekan alat kelamin mereka menimbulkan rasa nikmat yang menjalari seluruh tubuh Clara sehingga matanya merem melek dan mulutnya megap-megap mengeluarkan rintihan.
Menit demi menit berlalu, Pak Jamal masih bersemangat menggenjot Clara. Sementara Clara sendiri sudah mulai kehilangan kendali diri, dia kini sudah tidak terlihat sebagai seseorang yang sedang diperkosa lagi, melainkan nampak hanyut menikmati ulah bajingan tua itu. Ketika memandang ke depan, dilihatnya wajah tua gelap pria itu sedang menatapnya dengan takjub, segaris senyum terlihat pada bibirnya. Pak Jamal mengenyot payudara Clara sambil menikmati goyangan pinggulnya. Kedua tangannya meraih sepasang gunung kembar itu, mulutnya lalu mencium dan mengisap putingnya secara bergantian. Perlakuan Pak Jamal itu membuat gejolak di dalam tubuh Clara kembali menggelegak, tanpa sadar Clara memeluk Pak Jamal dan mereka berciuman dengan ganas seolah saling memakan satu sama lain.
Pak Jamal memacu tubuh telanjang Clara yang sekarang sudah mengkilap oleh keringat, tapi tidak menunjukkan akan selesai, sampai akhirnya setelah hampir 20 menit diperkalukan sedemikian rupa, badan Clara mengejang keras, kakinya menghentak-hentak, tangannya memeluk ketat kedua bahu Pak Jamal, matanya terpejam erat dan mulutnya sedikit terbuka menandakan Clara semakin mendekati orgasme.
Aaaaaaaaaahhhhhhh… … teriak Clara keras sambil mengeraskan pegangannya pada bahu Lim. Clara mengalami orgasme yang sangat tinggi, kedua pahanya dirapatkan dan badannya mengejang keras untuk beberapa menit. Sungguh dahsyat orgasme yang didapatnya, namun ironisnya hal itu bukan dia dapat dari kekasihnya melainkan dari seorang pria tua jelek.
Tapi Pak Jamal belum mau selesai, kali ini dia memaksa Clara berdiri dan menunggingkan pantatnya sementara kedua tangan Clara menekan kasur. Pak Jamal melebarkan kedua paha Clara membuat ruangan yang lebar di selangkangannya. Clara sekarang dalam keadaan berdiri, menungging 90 derajat dengan kaki terbuka lebar. kemudian Pak Jamal mulai memegang kedua bongkahan pantat Clara dan menguakkannya lebar-lebar, semantaranya jari-jari Pak Jamal menggesek-gesek dan mengocok liang vagina Clara.
Aaaahhhhhhhhhhhhh… Tiba-tiba terdengar rintihan lirihan Clara. Rupanya Pak Jamal mulai memasukkan penisnya yang besar ke dalam liang vagina Clara.
Aahhkk… teriak Clara ketika secara perlahan tapi pasti penis Pak Jamal masuk ke dalam vagina Clara.
UUhhh… masih seret dan sempit aja nih… kata Pak Jamal ketika seluruh penisnya sudah masuk ke dalam lubang vagina Clara.
Kemudian Pak Jamal mendorong badan Clara lebih ke bawah lagi, dan kedua tangan Clara menekan ranjang. Sekarang posisi Clara makin menungging dengan kedua tangannya berpegangan pada meja sofa, kepala tertunduk dan di lubang vaginanya terbenam seluruh penis Pak Jamal yang besar.
3 menit tidak ada pergerakan baik dari Pak Jamal maupun Clara, mereka seakan-akan sedang berpose dalam posisi seperti itu.
Aaagg… aaggghhh… jerit pelan Clara ketika Pak Jamal mulai menarik penisnya secara perlahan dari lubang vagina Clara sampai tinggal kepala penis Pak Jamal yang masih terbenam dalam lubang vagina Clara.
AAAAGGGHHHHHHH… .. jerit Clara dengan keras ketika secara tiba-tiba dan kasar memasukkan kembali seluruh penisnya ke dalam lubang vagiannya.
Hal tersebut dilakukan Pak Jamal berulang-ulang. Pak Jamal menarik secara perlahan penisnya dari vagina Clara dan kemudian kembali memasukan penisnya dengan cepat ke dalam vagina Clara.
Setiap kali Pak Jamal secara perlahan menarik penisnya dari vagina Clara, terdengar jeritan kecil seperti desahan dari mulut Clara dan setiap kali Pak Jamal dengan kasar memasukkan penisnya kembali ke dalam vagina Clara terdengar jeritan keras Clara. Begitu kasarnya Pak Jamal memasukkan penisnya ke dalam vagina Clara, mengakibatkan setiap kali penis besar itu masuk ke dalam vagina Clara, Clara menjerit panjang, kepalanya terdongak ke atas dan kedua kakinya menjadi menjinjit karena dorongan Pak Jamal dari belakang. Pak Jamal kemudian memegang pinggul Clara dari belakang dan mulai mempercepat pompaan penisnya pada vagina Clara.
Aahh… uuuhhh… aaaggghhh… uuuggghhhh….. terdengar jeritan Clara disertai deru napas Clara yang terengah-engah. Badan Clara terguncang-guncang keras maju mundur, kakinya terjinjit,tangannya dengan keras memegang pinggir meja, kedua payudaranya bergoyang cepat, kepala terdongak ke atas dan bibirnya terkatup rapat antara menahan sakit dan sensasi yang Clara rasakan dalam vaginanya.
Aaahhh..uuhhhhh… aaahhhh… desahan keras Clara mulai terdengar manja. Rasa sakit pada vaginanya telah hilang dan digantikan oleh kenikmatan yang luar biasa. Vagina Clara yang tidak berbulu itu terlihat mengkilap, cairan kewanitaannya membanjiri vaginanya dan terus meleleh ke kedua paha dalamnya. Badan Clara mulai mengikuti irama permainan laki-laki tua itu. Rupanya Pak Jamal sudah sangat berpengalaman dalam mengerjai tubuh wanita. Clara yang baru berumur 23 tahun terlihat sekali belum berpengalaman dan kepayahan melayani permainannya.
Puluhan menit dikerjai oleh Pak Jamal ditambah orgasme yang datang bertubi-tubi dan silih berganti membuat Clara mabuk kepayang. Matanya menjadi sayu, racauan-racauan mulai keluar dari mulut Clara dan gerakan-gerakan tubuh Clara menjadi makin tidak terkendali menunjukkan betapa Clara menikmati permainan ini.
Kemudian Pak Jamal kembali merebahkan Clara di atas ranjang. Pak Jamal kemudian langsung menindih tubuh Clara sambil memompa penisnya dengan cepat keluar masuk vagina Clara. Clara hanya bisa mengerang-erang merasakan kenikmatan pada vaginanya.
Aaaaahhhh……. oohhhh…. aahhkkhhhh… ooohhhhh….. teriak Clara sambil menggelinjang-gelinjang dan kedua tangganya meremas-remas seprei kasur. Gerakan liar Calara membuat pak Jamal makin bernafsu. Pak Jamal semakin cepat memompa vagina Clara dengan penisnya. Kaki Clara terangkat ke atas memberikan kesempatan kepada Pak Jamal untuk terus memompa vaginanya dengan lebih cepat lagi.
Aaahh…… oohhh… . Clara mulai meracau dengan mata tertutup dan tangannya semakin keras meremas-remas seprei. sungguh adegan persetubuhan yang sangat menggairahkan dimana seorang pria setengah baya dengan perut buncit sedang menyetubuhi seorang wanita muda yang sangat cantik.
Tiba-tiba badan Clara mengejang, kedua kakinya dirapatkan menjepit pinggang Pak Jamal, tangannya memeluk erat leher Pak Jamal dan badannya terangkat cukup tinggi. Saat itulah Clara kembali mengalami orgasme.
AAAAHHHHHHHHHHKK……………. Clara menjerit kuat-kuat melepaskan gejolak birahi yang sedari tadi menggedor tubuhnya selepas-lepasnya. Tubuhnya menggelepar-gelepar bagaikan ikan yang meloncat ke daratan, dia memeluk tubuh Pak Jamal dengan erat seolah tidak akan dilepaskan. Dan Pada saat yang bersamaan Pak Jamalpun tidak tahan lagi. Dengan erangan bagaikan seekor banteng, Pak Jamal melepaskan orgasmenya. Semburan spermanya begitu banyak mengisi rahim Clara. Pak Jamal akhirnya ambruk menindih tubuh Clara.
Setelah itu, karena penat, Pak Jamal bergeser ke sebelah Clara dan tertidur. Ada gurat kepuasan di wajahnya setelah berhasil merasakan bagaimana nikmatnya bersenggama dengan gadis kota yang cantik jelita seperti Clara. Sementara itu, Clara yang telah pulih kembali pikiran dan akal sehatnya yang sebelumnya tertutup oleh hawa nafsu hanya bisa menangis. Clara berusaha bangun dari ranjang tapi Pak Jamal melarangnya, dia menyuruh Clara tidur bersamanya dalam keadaan telanjang bulat. Clara terpaksa menurut karena ia tidak dapat lagi melawan. Lalu ia berbaring di samping Pak Jamal yang masih bugil hingga malam menjelang.
Sesekali di atas ranjang saat mereka tidur berdampingan, tangan Pak Jamal meremas payudara Clara yang tidak tertutup apa-apa itu. Clara pun selalu melepaskan tangan Tuan tanah mata keranjang yang gatal itu. Tapi karena kelelahan, tak lama kemudian, mereka berdua pun tertidur.
Clara tidak tahu berapa lama dia tertidur, saat terbangun tubuhnya terasa seperti baru saja dilindas rombongan gajah mengamuk. Sekujur badannya terasa seperti remuk dan nyaris tidak bisa bangun. Clara melihat dirinya masih dalam keadaan bugil. Bekas-bekas perkosaan masih ada pada sekujur tubuhnya. Sisa-sisa sperma Pak Jamal masih menempel di selangkangannya. Clara berusaha mencari pakaiannya, tapi tidak ada di kamar. Pakaiannya pasti sudah diambil oleh Pak Jamal. Maka Clara menarik seprei dari ranjang untuk menutupi tubuhnya yang telanjang bulat. Dengan tertatih-tatih Clara berjalan keluar kamar. Badannya yang penat dan letih mambuat Clara berusaha mencari kamar mandi, yang dia temukan di bagian belakang. Clara segera membuka kain yang melilit tubuhnya dan menyiramkan air dari bak mandi yang terasa menyegarkan. Clara teringat segala kejadian yang baru saja dialaminya. Perlahan air matanya kembali menetes. Clara menangis tersedu menyadari keadaan dirinya.
Setelah puas menumpahkan kesedihannya di kamar mandi, Clara merasakan tubuhnya segar kembali. Tapi ketika dia membuka pintu kamar mandi, betapa terkejutnya dia saat melihat ada Pak Jamal berdiri di depan pintu dengan cengar-cengir. Clara merasa Pak Jamal baru saja mengintipnya. Tapi belum sempat Clara bersuara, tiba-tiba Pak Jamal sudah menyeretnya ke ruangan tengah. Clara tidak berani berontak, pertama karena takut, kedua dia tidak mau kain yang dipakainya untuk menutup tubuhnya yang telanjang melorot.
Neng Clara silakan kenalan dengan anak saya, Kirno kata Pak Jamal sambil menunjuk ke arah seorang pemuda yang duduk di kursi panjang. Pemuda itu sama jeleknya dengan Pak Jamal, bahkan lebih jelek lagi. Badannya pendek dan gemuk serta agak bungkuk, membuatnya mirip seperti seekor gorila. Tampangnya mirip orang sinting karena sering terenyum sendiri, rambutnya tumbuh panjang dan tidak terawat. Mukanya yang hitam dan tebal ditumbuhi banyak jerawat besar-besar, sementara kumisnya yang jarang-jarang tumbuh tidak beraturan. Matanya besar dan terlihat mengantuk.
Kirno menatap tubuh Clara dari atas sampai ke bawah sambil menjilati bibirnya sendiri seolah sedang menaksir hewan ternak. Clara merasa jijik melihat tingkah Narto yang seperti orang sinting itu.
Hallo Neng manis, hehehe wah beruntung banget lho saya bisa ketemu Neng. Soalnya Neng Clara cantik banget sih.. aku belum pernah bilang yah? ujar Kirno mengomentari Clara. Clara merasa sebal mendengar ocehan Kirno yang tidak jelas itu. Dia segera menoleh kepada Pak Jamal
Pak Jamal, apa maksudnya ini pak…? tanya Clara dengan suara bergetar antara muak bercampur takut.
Hehehehehe… jangan marah begitu dong Neng yang cantik. kata Pak Jamal kalem tapi nadanya membuat telinga Clara jadi panas.
Neng Clara kan tadi habis gituan sama saya, kata pak Jamal tetap dengan nada kalem. Sekarang giliran Neng begituan sama anak saya. Soalnya dia juga pengen ngerasain tempiknya cewek kota seperti Neng.
Bagaikan disengat listrik, Clara tersentak dari tempat duduknya.
Jangan Pak.. jangan.. Bapak tadi sudah janji saya Cuma ngelayani Bapak.. Clara terisak, wajahnya yang basah oleh air mata tampak memelaskan.
Hehehehehe… Bapak kan nggak bilang begitu Neng, Pak Jamal mengelak kalem. Perjanjiannya kan Neng jadi piaraan saya, jadi saya boleh menyuruh Neng ngentot sama siapa saja yang saya ijinkan.
Clara terpukul mendengar ucapan itu. Tubuhnya seolah tidak punya daya lagi. Pak Jamal benar-benar telah menjebaknya habis-habisan. Clara merasa kehidupannya benar-benar hancur.

Bersambung . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s