Riedl ditekan PSSI

PROGRES – Pemain timnas Indonesia, Bambang Pamungkas (kiri) dan Boaz Salossa, saat bermain dalam laga uji coba di Stadion Siliwangi, Bandung. Foto: Hendra Eka/Jawa Pos.
Alfred Riedl mulai mendapat tekanan hebat. Pelatih asal Austria tersebut dianggap belum memberikan perubahan signifikan setelah empat bulan menangani Timnas Merah Putih. Riedl pun dituntut untuk meningkatkan kinerjanya jika ingin terus memoles Timnas.

“Saya belum melihat Riedl menghasilkan sesuatu bagi Timnas. Sebaiknya Badan Tim Nasional (BTN) melakukan evaluasi tentang kinerja Riedl,” terang Nurdin Halid, ketua umum (Ketum) PSSI kemarin (14/10).

PSSI merasa perlu menekan Riedl agar target di Piala AFF 2010 bisa tercapai. Seperti diberitakan, PSSI memastok target tinggi di kejuaraan tersebut. Yakni, mampu melaju ke tangga juara. Nah, tugas itulah yang sebenarnya tidak disanggupi Riedl. Mantan pelatih Timnas Vietnam tersebut mengaku hanya berani membawa Merah Putih ke posisi runner up.

PSSI pun menganggap jika target juara tersebut bakal sulit terealisasi seandainya Timnas tak mengalami perkembangan signifikan. Jika itu terjadi, kursi Riedl sebagai pelatih Timnas dipastikan akan kosong. “Kalau sampai gagal juara Piala AFF, dia (Riedl) 1000 persen pasti akan kami ganti,” tegas Nurdin.

Sorotan terhadap Riedl bukan hanya masalah prestasi. Mantan pelatih Laos tersebut juga dicerca setelah melarang Andi Darussalam Tabusalla duduk di bench ketika Bambang Pamungkas dkk bentrok kontra Maladewa, Selasa (12/10) kemarin. Padahal Andi adalah manajer timnas.

“Saya sudah jelaskan kepada Pak Andi, kalau coach Riedl memang seperti itu. Sikapnya bahkan tidak ada apa-apanya dengan Oscar Tabarez,” kata Iman Arif, ketua BTN. “Saya juga sudah bertemu dengan keduanya dan sepakat untuk mengakhiri permasalahan yang ada,” lanjut Iman.

Beberapa tokoh sepakbola Indonesia juga mengharapkan agar konflik tersebut segera diselesaikan. Sebab, jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan bakal mengganggu keharmonisan tim.

“Riedl harusnya sudah bisa memahami karakteristik pada kultur atau budaya Indonesia, sehingga dia tidak bisa menyuruh-nyuruh manajer tim atau mengusir keluar orang begitu saja,” komentar pelatih Rahmad Darmawan, pelatih Persija Jakarta.

Hal yang sama diungkapkan pelatih kawakan Sinyo Aliandoe. Dia mengatakan benturan tersebut terjadi karena kedua pihak memang sama-sama memiliki karakter keras. Karena itu, tak heran jika emosi keduanya bakal langsung tersulut seandainya mendapat perlakuan yang tidak diinginkan. Apalagi, kejadian tersebut berlangsung di tengah tekanan terhadap timnas yang dianggap tak menunjukkan performa menggembirakan.

“Kuncinya adalah kedua belah pihak harus saling memahami. Saya bisa mengerti ketersinggungan Pak Andi. Sebaliknya, Riedl juga harus bisa memformulasikan ketegasannya dengan lebih bijak,” kata Sinyo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s