Nada Optimisme Garuda Muda Indonesia

tiu16tashkent.jpg 
Selain menjajal lapangan stadion Pakhtakor, Jumat (22/10) pukul 15:00, timnas U16 sebenarnya masih memiliki jatah latihan pada malam hari di stadion Yasakaroy. Namun, kesempatan itu tidak diambil oleh pelatih Mundari Karya yang memilih memberikan waktu istirahat lebih kepada anak asuhnya.

Meski tidak ada latihan, bukan berarti pemain dilepas begitu saja. Bersama manajer Taufik Dwi Cahyono, Mundari Karya mengumpulkan para pemainnya dalam sebuah ruangan meeting di lantai dua hotel The Park Turon.

Taufik Dwi Cahyono banyak memberikan wejangan kepada pemain untuk tetap menjaga motivasi, soliditas tim, kerjasama dan komunikasi antar mereka. Para pemain pun menyatakan kesiapannya untuk memberi yang terbaik kepada bangsa dan negara.

“ Kami jauh-jauh datang ke sini tidak mau pulang dengan malu. Saya dan teman – teman punya motivasi yang tinggi untuk bisa bersaing dengan tim lainnya di Piala Asia U16 ini,” kata Hendriko Masko, bek kiri timnas U16 asal Papua.

Rasa optimisme yang diungkapkan Masko disambut teriakan siap berjuang oleh rekan-rekannya. Suasana di ruang meeting itu begitu hangat dan menunjukkan soliditas antara pemain, pelatih dan manajemen timnas U16.

“ Kami tidak ingin jatuh ke lubang yang sama. Hasil kurang bagus di AFF U16 Cup di Solo jadi pelajaran bagi kami untuk bisa berbuat lebih baik. Kita merasa dari segi mental bertanding maupun teknik permainan tim sudah semakin baik,” tegas Ricky Bardes.

Sementara Abdul Mutolib mengaku kini lebih enjoy bermain di lapangan. “ Sejak TC di Batu kemarin, kita jadi bisa memainkan Botagogo dengan baik. Ini karena komunikasi diantara kami sudah sangat terjalin rapi,” ungkapnya.

Entah dari mana asalnya, para pemain Timnas U16 ini memang punya istilah Botafogo untuk mengartikan permainan pendek, cepat, merapat.

Rasa optimis para pemain ini diakui oleh Mundari Karya. Pasalnya, ia sendiri merasa kagum dengan adanya perkembangan yang signifikan dari Antoni Nugroho dkk. Para pemain kini lebih banyak bersuara di lapangan untuk berkomunikasi, lebih berani memegang bola, tidak terlalu terburu-buru dan aliran bola antar lini berjalan lebih rapi.

“ Sebenarnya tidak ada yang berbeda dalam materi latihan selama di Batu. Namun, mereka justru memperlihatkan peningkatan yang sangat bagus. Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan dengan penampilan mereka saat di Solo,” papar Mundari Karya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s