Profil Rigan Agachi

Rigan Agachi adalah satu-satunya pemain Asia di klub elit di Belanda, PSV Eindhoven.
 
Ia masih memegang erat tradisinya meskipun ia saat ini tinggal di Eropa, Rigan  bangga menjadi orang Indonesia dan dia selalu berusaha untuk membawa nama Indonesia kemanapun dia pergi. “Kapan saja seseorang bertanya ‘Apakah Anda dari Asia?” Aku menjawab Ya, dan saya selalu menambahkan bahwa aku dari Indonesia Kata Indonesia selalu ada,. “Kata Rigan. 


Rigan mengatakan, untuk banyak orang di Belanda, Indonesia selalu tentang kerusuhan, kejahatan, dan bulu tangkis. Tapi sebagai orang Indonesia, ia selalu mencoba untuk menjelaskan kepada orang-orang dan terutama untuk teman-temannya di PSV bahwa  gambaran seluruh Indonesia bukan seperti itu. Saya menunjukkan kepada mereka bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang penuh sopan santun, dan saya terapakan sebagai gaya hidup saya, dan kinerja saya di lapangan. 


“Meskipun saya tinggal di Belanda, saya selalu berpegang pada budaya sebagai orang Indonesia. Menjaga sopan dan selalu menghormati sesama pemain, pelatih, dan bahkan janotirs stadion. Selain itu, saya belajar keras dalam belajar bahasa Inggris dan Belanda,” jelasnya .

Dia mengatakan bahwa kehidupannya demi satu tujuan, tujuan utamanya adalah untuk bermain sepakbola dengan baik. Tidak ada rasa percaya diri yang rendah. Kuncinya adalah mentalitas dan kepercayaan diri yang kuat bahwa ia bisa melakukan apa pemain lain bisa.
Ada cerita menarik sewaktu ia di klub.
 
“Saya pernah dipanggil oleh orang-orang di stadion kami” pelayan pembersihan “karena saya datang untuk berlatih hanya membawa tas sepakbola saya saja, seperti di Indonesia. Rekan saya juga menertawakan saya, karena saat latihan saya hanya memakai celana pendek dan t-shirt Di sana,. saat latihan pemain selalu memakai jas latihan karena cuaca yang dingin. ”

Rigan senang ketika pelatih mengatakan jika penampilannya konsisten.
“Kalau aku resmi di bawah kontrak, maka saya akan mendapatkan gaji tetap. Menurut teman-teman saya, itu sekitar 30.000 gulden (sekitar 90m Rp.) Satu musim, dan itu berbeda untuk setiap pemain Inilah kesempatan terbaik saya.. Saya akan memberikan yang terbaik, dan saya akan selalu meminta berkah dari Allah Swt, “kata Rigan.
 
Untuk memenuhi harapan itu, sementara di Jakarta hingga 2 Januari 2000, Rigan selalu praktek di lapangan sepak bola dekat rumahnya setiap sore untuk menjaga kondisi dengan baik. Dia berkata, “Aku harus tetap fit sehingga ketika aku kembali ke Belanda, aku akan siap bermain di liga.”
 
Kebahagiaan tampak jelas ketika Rigan mampu bertemu dengan keluarganya. “Sangat menarik kerinduan saya. Untuk melihat keluarga saya sudah dijawab Tapi itu terlalu buruk pertemuan ini tidak lengkap, karena adikku telah meninggal dunia saat aku masih di Belanda.,” Kata Rigan serius, dengan air mata hampir keluar dari nya mata.


ClickN KIDS Beginning Reading & Spelling Programs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s