Kecanduan Narkotika Menyebabkan Depresi Parah

MANHATTAN – Sebuah penelitian baru yang dilakukan pada tikus di sebuah laboratorium, menunjukan kaitan penyalahgunaan narkoba yang dapat membuat stres atau depresi di otak manusia.

Sejauh ini para peneliti setuju bahwa depresi yang dialami manusia secara luas dapat menyebabkan prilaku yang berbahaya, seperti kecanduan rokok, kopi, alkohol atau obat-obatan.

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan sebuah fakta yang sebaliknya. Tim menggunakan kokain untuk membuat tikus kecanduan. Semakin sering tikus mengkonsumsi kokain membuatnya menjadi lebih tertekan atau depresi. Tim juga menemukan peningkatan tingkat depresi yang parah.

Dengan menggunakan teknik penelitian yang kompleks dari Mount Sinai School of Medicine (MSSM), tim mampu mengidentifikasi jalur saraf yang mendasari kerentanan terjadinya depresi. Gejala depresi parah yang terjadi pada tikus dikarenakan pemberian obat secara berlebihan.

Penemuan baru ini, nantinya berpotensi untuk mengembangkan obat dan terapi baru untuk menangani depresi atau yang dikenal post-traumatic stress disorder (PTSD), serta penyakit mental lainnya yang disebabkan oleh stres.

Ilmuwan dari MSSM, Dr Eric Nestler adalah penulis dalam penelitian baru ini dan rincian makalahnya telah dipublikasikan pada journal Neuron.

“Bukti klinis menunjukkan bahwa penyalahgunaan zat dapat meningkatkan risiko individu untuk mengalami gangguan pikiran atau depresi,” ungkap Dr Nestler, seperti dikutip Softpedia, Kamis (1/9/2011).

Nestler dan timnya juga mengusulkan bahwa penggunaan obat terlarang sebenarnya dapat memicu respon stres dalam pengujian otak tikus.

Penelitian yang dilakukan pada tikus kecil karena struktur otak mereka mirip dengan manusia. Dengan demikian, mereka dapat digunakan untuk mewakili penelitian terhadap otak manusia. Tim memfokuskan penelitian mengenai modifikasi kromosom secara jelas.

“Hasil penelitian kami memberikan wawasan mendasar baru tentang bagaimana paparan sebelum penyalahgunaan obat meningkatkan kerentanan terhadap depresi dan lainnya yang terkait dengan gangguan stres,” jelasnya.

“Mengidentifikasi aturan mekanisme secara umum dapat membantu dalam pengembangan terapi baru dalam menangani pasien yang mengalami kecanduan dan depresi,” simpulnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s