AGEN BOLA SBOBET IBCBET – Mengenang STEVE JOBS

“Ada satu kutipan lama Wayne Gretzky yang aku sukai: Aku berseluncur ke tempat bola akan berhenti, bukannya mengikuti jalur bola.’ Dan kami selalu mencoba melakukannya di Apple. Sejak awal sekali. Dan kami akan terus melakukannya.”

— Steve Jobs, Januari 2007

UNGKAPAN yang dilontarkannya kala Macworld Conference and Expo bulan Januari 2007 dengan mengutip legenda hoki es Wayne Gretzky itu adalah bukti bahwa Setve Jobs tak pernah mau terkalahkan.

Tapi, Rabu (5/10) malam waktu setempat atau Kamis (6/10) pagi WIB Steve harus mengikuti ‘jalur bola’ kehidupan dengan menyerah pada kanker. Inovator bertangan emas ini meninggal dunia di usia 56 tahun.

” Kami sangat sedih untuk mengumumkan bahwa Steve Jobs, meninggal dunia hari ini” demikian isi pernyataan Dewan Direksi Apple dalam BussinesWire dikutip pagi tadi.

Perjuangan melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya telah berlangsung lama. Bahkan, pada tanggal 17 Februari lalu seorang dokter Amerika, dr Samuel Jacobson dalam majalah National Enquirer melaporkan Jobs yang menderita kanker pankreas memiliki waktu untuk hidup enam minggu lagi.

Prediksi dokter itu meleset, ternyata Jobs masih bisa bertahan lebih drai tujuh bulan. Meski akhirnya dia kalah juga.

Seperti dikutip Associated Press, Apple menyebut kecerdasan, semangat, dan energi Jobs menjadi sumber inovasi luar biasa. ” Dunia ini lebih baik karena Steve”.

Konglomerat Microsoft, Bill Gates, menyatakan kesedihan yang mendalam atas meninggalnya pendiri Apple, Steve Jobs. Walau sebagai kompetitor, Gates mengaku merupakan kehormatan yang luar biasa untuk bisa berkarya bersama Jobs.

“Steve dan saya pertama kali bertemu sekitar 30 tahun lalu. Kami sejak itu menjadi kolega, kompetitor, dan sahabat,” kata Gates.

Terpisah, Presiden AS, Barack Obama mengatakan “Steve selalu bilang bahwa dia menjalani hidupnya setiap hari ibarat itu adalah hari terakhirnya. Itulah yang dia lakukan, mengubah hidup kita, mengubah seluruh tatanan industri, dan melakukan hal langka yang pernah dilakukan manusia dalam sejarah: mengubah cara kita memandang dunia,” katanya.

Pihak keluarga Steve Jobs menyebutkan bahwa pendiri Apple Inc. itu menghembuskan nafas terakhirnya dengan keadaan damai. Terlebih ketika ‘pergi’, ia dikelilingi sanak keluarganya.

“Dalam kehidupan sosialnya, Steve dikenal sebagai seorang visioner. Sementara dalam kehidupan pribadinya, ia merupakan orang yang hangat dengan keluarga,” sebut salah seorang keluarga Steve Jobs, dikutip dari Sydney Morning Herald.

“Sebuah situs nantinya juga akan disediakan untuk pihak-pihak yang ingin mendoakan dan melakukan tribut untuk mengenang Steve,” imbuhnya.

Steve Jobs lahir di San Fransisco pada 24 Februari 1955. Pada akhir 1970-an dia mendirikan Apple bersama Steve Wozniak dan Mike Markkula. Jobs melawan penyakit kanker pakreas dalam tujuh tahun terakhir. Pada 2009, setelah melakukan transplantasi hati, dia sempat dirawat di Swiss.

Karena kesehatannya, Jobs pun harus mengambil cuti panjang dari perusahaan dan memilih mundur dari CEO pada Agustus 2011

Akhir Agustus lalu,Steve Jobs tampil dalam beberapa foto di sejumlah media online dan cetak. Dalam foto itu, Jobs, pendiri Apple Inc, tampak sangat kurus, lemah, dan kuyu. Jobs mengenakan kaos hitam lengan panjang, celana pendek hitam, dan sendal.

Jobs terlihat jauh lebih kurus dibandingkan penampilannya 2 bulan lalu. Dalam foto yang muncul di Daily Mail, Minggu, 28 Agustus 2011 ini, Jobs tampak dipapah oleh seseorang yang memakai baju biru dan celana kotak-kotak cokelat. Foto ini diambil di luar rumahnya di California.

Mundur dari jabatannya sebagai Presiden Direktur (CEO) Apple Inc, Jobs digantikan Tim Cook yang saat ini menjabat Direktur Operasi atau Chief Operating Officer.

Dalam suratnya Rabu, 24 Agustus 2011 kepada Dewan Direktur Apple, Jobs mengatakan hanya mundur dari jabatannya, tapi tidak sebagai anggota Dewan Direktur dan karyawan Apple.

“Saya selalu mengatakan bila saya tidak bisa lagi menjalankan tugas, maka saya akan memberitahu kapan waktunya,” kata Jobs seperti dikutip dari New York Times, Kamis, 25 Agustus 2011. “Dan hari itu kini telah tiba.” Meski mengundurkan diri, dia tak menyebutkan karena sakit.

Sebagai ucapan duka cita, website apple pun memasang foto hitam putih Steve Jobs. Di sampingnya tertulis Steve Jobs 1955-2011.

Sekadar diketahui, Nickolas Papadopoulos, tim dari Universitas John Hopkins di Baltimore dalam jurnal Science mengatakan, kanker pankreas adalah salah satu kanker mematikan, yang menewaskan 95% penderitanya dalam waktu lima tahun.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa mutasi genetik tertentu mungkin lebih bermanfaat untuk memutuskan bagaimana mengobati seorang pasien dan memprediksi seberapa baik kondisinya atau apa yang harus dilakukannya. Menurut Masyarakat Kanker Amerika, kanker pankreas didiagnosa pada hampir 37.000 orang per tahun di Amerika Serikat dan membunuh lebih dari 34.000 orang.

Namun hampir semua kasus itu adalah tipe tumor yang disebut adenocarcinoma. Tumor Neuroendokrin, yang tercatat sekitar 5% dari kasus kanker pankreas, jauh lebih mudah diobati dan kurang agresif. Sekitar 40% dari para pasien masih hidup 10 tahun kemudian.

Tegas Temperamental

Dua kata yang menggambarkan gaya kepemimpinan Stve Jobs adalah tegas dan temperamental.

Majalah Fortune menulis bahwa ia “dianggap sebagai salah seorang egomaniak terdepan. Komentar mengenai gayanya yang temperamental dapat ditemukan di The Little Kingdom karya Mike Moritz, satu dari beberapa biografi resmi mengenai Jobs berjudul The Second Coming of Steve Jobs karya Alan Deutschman. Tahun 1993, Jobs masuk dalam daftar Bos Paling Tegas di Amerika Serikat menurut majalah Fortune karena kepemimpinannya di NeXT.

Jef Raskin, bekas koleganya, pernah berkata bahwa Jobs “lebih cocok menjadi Raja Perancis,” menyindir kepribadian Jobs yang meyakinkan dan mengesankan.

Jobs selalu ingin menempatkan Apple beserta produknya di garis depan industri teknologi informasi dengan meramalkan dan menetapkan tren, setidaknya dalam hal inovasi dan gaya. Ia merangkum semua konsep pribadinya pada akhir pidato intisarinya di Macworld Conference and Expo bulan Januari 2007 dengan mengutip legenda hoki es Wayne Gretzky:[84]

Terkait kehidupan pribadinya, Jobs lahir di San Francisco, California dan diadopsi oleh Paul dan Clara Jobs yang menamainya Steven Paul. Orang tua biologis Jobs – Abdulfattah Jandali, seorang sarjana berkebangsaan Suriah yang kemudian menjadi profesor ilmu politik, dan Joanne Simpson seorang sarjana berkebangsaan Amerika Serikat yang kemudian menjadi patolog bahasa wicara.

Jobs menikahi Laurene Powell pada tanggal 18 Maret 1991. Pemimpin upacaranya adalah bhiksu Buddha Zen, Kobun Chino Otogawa.Keduanya dikaruniai seorang putra dan dua putri.[91] Jobs juga memiliki seorang putri, Lisa Brennan-Jobs (lahir 1978), dari hubungannya dengan pelukis asal Wilayah Teluk San Francisco, Chrisann Brennan.

Jobs juga merupakan penggemar Beatles. Ia mengutipnya beberapa kali dalam pidato intisarinya dan juga wawancara di konser Paul McCartney. Ketika ditanyai mengenai model bisnisnya dalam acara 60 Minutes, ia menjawab,” Model bisnis saya adalah The Beatles: Mereka adalah empat orang yang sama-sama mengurangi perilaku negatif satu sama lain; mereka seimbang. Dan keseluruhannya lebih baik daripada bagian-bagiannya. Hal-hal hebat dalam bisnis tidak dilakukan oleh satu orang, melainkan sekelompok orang.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s