Ariel Dikabarkan Bebas Besok

Manajer Peterpan, Budi Soeratman mengaku heran dengan kabar Ariel akan menghirup udara bebas besok.

“Belum, rencana tahun depan. Banyak yang hubungi saya besok Ariel bebas. Kalau benar saya senang sekali. Kalau bebas pasti sudah saya tengok,” tutur Budi saat dihubungi Okezone via telepon, Kamis (15/12/2011) malam.

Budi bingung apa landasan hukum pelantun Walau Habis Terang itu dikabarkan segera bebas. Bulan Januari 2011, Ariel divonis 3,5 tahun atas kasus video porno dengan Luna Maya dan Cut Tari. Ariel pun mengajukan banding atas putusan itu.

“Kalau berdasarkan remisinya, maksimal Agustus atau September tahun depan. Minta doanya saja,” tandasnya.

Luna Maya Belum Siap Diperistri Ariel


JAKARTA – Meski usia sudah menginjak 28 tahun, Luna Maya belum memikirkan soal pernikahan.

“Aku pernah bilang sih inginnya nikah di usia 29 atau 30 tahun. Tapi itu angka doang sih ya, karena aku masih merasa kayak umur 21 saja. Lagipula banyak hal yang belum aku capai. Jadi belum kepikiran untuk menikah,” ujar Luna saat ditemui di Panti Sosial Tunas Bangsa, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (28/8/2011). Continue reading

Ariel Tak Dapat Remisi

Nazriel Irham atau ariel. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO Interaktif, Bandung – Sedikitnya 415 narapidana di Rumah Tahanan Kelas I Bandung, Kota Bandung, bakal memperoleh korting hukuman, bahkan bebas langsung pada Hari Kemerdekaan RI, Rabu, 17 Agustus 2011. Namun, bonus rutin bulan Agustus buat para narapidana ini tak bakal dirasakan Nazriel Irham alias Ariel eks Peterpan yang juga meringkuk di Rutan yang beken disebut penjara Kebonwaru itu.

Padahal, pesakitan kasus video porno itu sudah menghuni Kebonwaru setidaknya sejak 31 Januari lalu setelah divonis 3,5 penjara Pengadilan Negeri Bandung. Dengan begitu, Ariel sudah meringkuk di Kebonwaru lebih dari enam bulan.

Menurut Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat Dedi Sutardi, sesuai peraturan perundangan, mereka yang berhak mendapat remisi adalah narapidana umum yang sudah menjalani hukuman minimal enam bulan dan berkelakuan baik.

“Tapi kalau dia (Ariel) belum bisa mendapat remisi karena memang putusan (hukuman)-nya kan belum berkekuatan hukum tetap. Dia kan sedang kasasi, belum ada putusan kasasinya,”ujar Dedi di kantornya, Senin 15 Agustus 2011.

“Salahnya sendiri. Coba kalau dia dulu langsung menerima vonis, pasti dia sekarang mendapat remisi,” imbuhnya setengah bergurau.

Dedi juga menjelaskan, kasus Ariel berbeda dengan Pollycarpus Budihari Prijanto. Terpidana pembunuhan aktivis HAM Munir tersebut pun baru-baru ini mengajukan upaya Peninjauan Kembali putusan kasusnya ke Mahkamah Agung RI dengan berbekal bukti baru (novum).

“Tapi kalau Peninjauan Kembali, kan putusannya sendiri sudah berkekuatan hukum tetap. Cuma dia (narapidana) minta hukumannya ditinjau kembali karena ada novum,” kata Dedi. “Karena itu proses PK, seperti juga permohonan grasi ke Presiden, tidak menghalangi narapidana bersangkutan menjalani hukuman dan mendapat remisi,” imbuhnya.

Ariel mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung menyusul kegagalannya melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung. Pada 19 April 2011, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung justru mengukuhkan vonis Pengadilan Negeri Bandung atas Ariel selama 3,5 tahun penjara. Selain hukuman penjara, pengadilan tinggi juga menguatkan hukuman denda untuk Ariel sebesar Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan.